Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Mitos dan Fakta penyakit eksim

Walau eksim sudah menjadi penyakit yang “umum”, masih banyak informasi yang salah di masyarakat. Berikut 8 hal yang perlu Anda tahu tentang eksim, seperti apa kondisinya dan apa yang bisa Anda lakukan.

Mitos dan Fakta penyakit eksim

Mitos: Semua eksim sama.
Fakta: Eksim merupakan istilah umum yang digunakan untuk kondisi kulit yang merah, iritasi, dan gatal. "Mengatakan eksim seperti mengatakan es krim," kata Mona Gohara, MD, profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine.

“Ada puluhan jenis eksim, walau semua terlihat sama, nyatanya mereka tidak persis sama. Sehingga membutuhkan penanganan berbeda.”

Mitos: Eksim menular.
Fakta: "Orang-orang berpikir kalau setiap jenis gangguan kulit menular, terutama jika eksim terjadi di seluruh bagian tubuh," kata Gohara.

"Tetapi, Anda tidak bisa tertular eksim dari orang lain atau menularkan eksim ke orang lain hanya dengan menyentuh orang tersebut. Kecuali jika kulit terinfeksi bakteri seperti MRSA, Staph, atau virus herpes, maka kondisi itu bisa menular. Dan orang-orang dengan penyakit eksim lebih rentan terinfeksi.”

Yang perlu diperhatikan, jika Anda memiliki eksim dan melihat adanya perubahan kulit yang tak biasa, seperti kemerahan, pengerasan pada kulit, atau berair, segera konsultasikan pada dokter kulit segera mungkin.

Mitos: Eksim disebabkan oleh stres.
Fakta: "Stres tidak menyebabkan eksim, tetapi dapat memperburuk kondisinya," kata Gohara. Stres meningkatkan hormon kortisol yang mengurangi kemampuan kulit untuk menahan air, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan peradangan—dua kondisi umum pada penderita eksim.

Untuk membantu meredakan stres yang bisa memperburuk eksim, mendapatkan tidur berkualitas adalah langkah pertama, lalu berolahraga lah secara teratur.

Mitos: Jika terserang eksim, kulit akan tampak kusam terus menerus.
Fakta: Beberapa jenis eksim memang lebih mudah untuk diobati ketimbang beberapa gangguan dermatitis atopik yang disebabkan karena genetik. Tetapi, nyatanya banyak orang dengan penyakit eksim yang mampu menjaga kondisi kulit mereka, kata Gohara.

Kuncinya adalah pengobatan dini. Jika Anda memiliki eksim, katakanlah, tangani eksim secepat mungkin dengan obat-obatan yang tepat.

Jika Anda menunggu terlalu lama, kulit bisa menebal dan mengeras akibat keseringan digaruk. Bila kulit sudah menebal, akan sulit bagi obat untuk menembus cukup dalam.

Mitos: Perawatan eksim harus selalu menggunakan obat.
Fakta: Obat topikal dapat membantu menyembuhkan kulit selama terjadinya eksim, namun gaya hidup juga cukup berperan.

Gohara menekankan, "Obat alami eksim bisa berupa mandi atau mandi di air hangat dengan pembersih yang lembut untuk kulit kering, tidak menggosok-gosok kulit. Setelah itu lembabkan kulit secara teratur. Gunakan pula humidifier dalam cuaca kering atau dingin.”

Menghindari pemicu alergi juga bisa membantu halau eksim. Beberapa pemicu umum ialah tungau debu, hewan peliharaan, jamur, sabun dengan kandungan deterjen, cairan pencuci piring, getah dari buah-buahan segar, daging, beberapa jenis sayuran, cuaca panas, kelembaban tinggi dan rendah, perubahan suhu yang drastis, serta aktivitas yang membuat Anda berkeringat.

Mitos: Eksim hanya masalah kulit.
Fakta: Eksim yang dibiarkan tanpa penanganan dapat mendatangkan malapetaka pada penderita, menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius dari sekadar penyakit kulit, menurut studi Northwestern Medicine yang melibatkan 62.000 orang dewasa.

Para peneliti menemukan bahwa orang dewasa dengan penyakit kulit lebih mungkin untuk merokok, menggunakan alkohol, dan menghindari olahraga ketimbang mereka dengan kulit sehat.

Pasien eksim juga cenderung lebih gemuk, mengembangkan penyakit jantung dan diabetes, serta menderita insomnia.

"Ini semua karena eksim bisa mengganggu kondisi emosional penderita, yang mungkin memicu gaya hidup buruk,” kata penulis studi Jonathan Silverberg, MD. Jadi, jika Anda atau anggota keluarga terkena eksim, jangan takut untuk meminta bantuan dokter.

Mitos: Jauhi gluten untuk sembuhkan eksim.
Fakta: Kecuali Anda memiliki penyakit celiac atau sensitivitas gluten, tidak ada bukti kuat bahwa gluten bisa memperburuk eksim, kata Gohara.

Bahkan jika Anda memiliki celiac dan harus menghindari gluten karena alasan kesehatan lainnya, jangan terlalu berharap kulit Anda akan menjadi lebih baik setelah Anda meninggalkan gluten.

Pasalnya, penelitian pada pasien dengan celiac dan dermatitis atopik menemukan, hidup bebas gluten selama satu tahun tidak mengarah pada perbaikan kulit.

Mitos: Anda tidak bisa berenang lagi.
Fakta: Ada beberapa pihak yang mendapati, kontak dengan klorin mengarah pada perburukan eksim, namun ada juga yang mendapati, klorin pada air kolam renang memiliki efek positif pada kondisi kulit mereka.

Jika Anda memiliki kondisi kulit yang sensitif terhadap klorin, cobalah untuk menggunakan pelembab yang cukup tebal sebelum berenang, kemudian mandi dengan bersih dan oleskan lagi pelembab.

Menurut National Eczema Association, berenang secara teratur akan membantu kulit beradaptasi dengan air yang mengandung klorin.


Sumber Kompas


Gejala dan Penyebab Asam Urat, Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan. Purin diolah tubuh menjadi asam urat, tapi jika kadar asam urat berlebih, ginjal tidak mampu mengeluarkan sehingga kristal asam urat menumpuk di persendian. Akibatnya sendi terasa nyeri, bengkak dan meradang.

Sebelum mengupas gejala dan penyebab asam Urat, kita harus tahu apa itu penyakit asam urat Mengutip dari Wikipedia.org Asam urat adalah penyakit dari sisa metabolisme zat purin yang berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi.

Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita.

Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu. Biasanya asam urat menyerang pada usia lanjut, karena penumpukan bahan purin ini.

Setelah kita mengetahui pengertian penyakit asam urat alangkah lebih baiknya kalau mengetahui gejala dan penyebab asam Urat muncul.

Gejala dan Penyebab Asam Urat

Gejala asam urat tinggi

Peningkatan kadar asam urat mungkin tidak terdiagnosis karena beberapa orang mungkin asimtomatik. Namun, beberapa orang dengan kadar asam urat tinggi mungkin mengalami gejala karena efek dari asam urat yang berlebihan pada tubuh mereka.

1. Nyeri Sendi
Nyeri sendi karena asam urat terjadi terutama pada sendi yang sering mendapat tekanan misalkan, mata kaki, pangkal jempol kaki dan tangan, tumit, siku dan bisa juga di daerah telinga. Gejala nyeri dirasakan terutama pada malam atau pagi hari pada saat cuaca dingin. Rasa nyeri ini disebabkan karena penumpukan kadar asam urat di celah sendi dan menimbulkan peradangan. Bila sudah terjadi secara kronis, maka akan terjadi kerusakan permanen di sendi tersebut.

2. Batu Ginjal
Batu ginjal dapat berkembang pada orang yang menderita kadar asam urat tinggi, dan batu ginjal mungkin tidak terdeteksi sampai mereka terjebak dalam ureter yang dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa menyakitkan dan membuat seseorang sering buang air kecil, kencing darah, mual dan muntah. Gejala klasik dari batu ginjal adalah nyeri tiba-tiba dan intens dalam perut, panggul, dan daerah pangkal paha, yang cenderung datang secara bertubi-tubi. Gejala tambahan mencakup kencing darah dan rasa nyeri saat buang air kecil.

3. Gagal ginjal
Gejala yang paling parah terkait dengan kadar asam urat tinggi adalah gagal ginjal, yang bermanifestasi menjadi kurang kencing, sesak napas, pembengkakan pada tungkai, kebingungan dan mengantuk, kelelahan, atau nyeri dada. Gagal ginjal dapat berkembang pada pasien dengan leukemia, limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin karena kadar asam urat. Ini biasanya merupakan konsekuensi dari kemoterapi, yang membunuh sel-sel ganas.

4. Penyakit lain
Meskipun penelitian terakhir telah menunjukkan bahwa kadar asam urat tinggi terkait dengan hipertensi, diabetes (kencing manis) dan penyakit jantung, hal itu masih harus diteliti apakah mengurangi kadar asam urat akan mengurangi kondisi tersebut.

Untuk memastikan Gejala Penyakit Asam Urat, alangkah baiknya segera memeriksakan diri ke dokter atau tes laboratorium untuk mengukur kadar asam urat penderita. Normalnya, kadar asam urat untuk pria berkisar antara 3,5 hingga 7 mg/dl sedangkan kadar asam urat untuk wanita berkisar antara 2,6 hingga 6 mg/dl. Biasanya untuk penderita penyakit asam urat memiliki kecenderungan untuk memiliki penyakit lainnya seperti hipertensi, ginjal, dan juga diabetes jika tidak ditangani sesegera mungkin

Penyebab asam urat tinggi

Beberapa penyebab asam urat tinggi termasuk kondisi medis, obat-obatan, predisposisi genetik, dan faktor makanan. Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab asam urat.

1. Obat dan vitamin
Obat-obatan yang bersifat diuretik, niasin, vitamin B3 dan obat imunosupresif dapat menjadi pemicu asam urat.

2. Kondisi medis
Tiroid kurang aktif (hipotiroidisme), leukemia, psoriasis, dan obesitas.

3. Makanan
Konsumsi kafein dan alkohol dalam jumlah tinggi, makanan kaya purin (daging dan produk daging, makanan laut, ikan bercangkang, dan kacang-kacangan).

Pantangan bagi penderita Penyakit Asam Urat.

Setelah kita mengetahui gejala dan penyebab asam urat, kita ulas makanan yang menjadi pantangan. Untuk menghambat atau mencegah peradangan yang berlebihan pada persendian orang yang terkena penyakit asam urat, sebaiknya mengikuti saran pantangan berikut ini:
  1. Jeroan: otak, paru-paru, hati, limpa, usus, ginjal dan babat.
  2. Seafood (Makanan laut): udang, kepiting, cumi-cumi, gurita, kerang, sotong, remis, tiram, ikan teri, ikan sarden.
  3. Makanan sungai): ikan lele, belut, udang, kepiting dan keong.
  4. Ekstrak daging seperti abon dan dendeng.
  5. Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, ikan sarden, daging sapi dan daging babi).
  6. Daging kambing, daging anjing, daging babi, daging sapi, daging kerbau dan daging kuda.
  7. Bebek, angsa dan kalkun.
  8. Burung dan kelelawar.
  9. Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk hasil olahan seperti tempe, tahu, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge dan emping/melinjo.
  10. Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong/ubi, daun pepaya, kangkung dan cabe/lombok.
  11. Krim, es krim dan kaldu atau kuah daging yang kental.
  12. Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa.
  13. Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan margarin/mentega.
  14. Makanan kaya protein, lemak dan darah.
Demikianlah artikel Gejala dan Penyebab Asam Urat, selain pantangan makanan-makanan tertentu tentu saja menjaga kesehatan tubuh dengan melakukan kebiasaan hidup sehat diperlukan juga, karena dengan menjaga tubuh dengan malakukan gaya hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan melakukan olahraga dengan teratur maka tubuh dapat bekerja dengan baik dan bugar dalam menjalani setiap aktivitas sehari-hari.

Tanda-tanda Penyakit Alzheimer yang harus diketahui

Sering kali kita mendengar penyakit Alzheimer, Apa sebenarnya pengertian Alzheimer itu? Apa tanda-tanda penyakit Alzheimer? Mengutip dari Wikipedia.org Alzheimer merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua.

Nama penyakit ini berasal dari nama dr. Alois Alzheimer. Dokter tersebut menemukan penyakit ini pada tahun 1906 pada jaringan otak seorang wanita yang telah meninggal akibat gangguan mental yang belum pernah ditemui sebelumnya.

Risiko untuk mengidap Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun, kata seorang dokter. Menurutnya, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahwa penyakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.

Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas. Di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat sampai hampir 4 kali pada tahun 2050. Hal tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup pada masyarakat di negara maju, sehingga populasi penduduk lanjut usia juga bertambah. Sedangkan di Indonesia diperkirakan terdapat sedikitnya 1 juta penderita Alzheimer di tahun 2013.

Tanda dan gejala penyakit Alzheimer ini salah satunya adalah pikunan. Walaupun belum ditemukan penyebab utamanya, alzheimer dapat menunjukkan gejala sejak usia muda.

Berikut ini tanda-tanda penyakit alzheimer yang penting diketahui agar bisa membantu mendiagnosis secara lebih cepat :

1. Kehilangan memori

Setiap orang mungkin saja melupakan suatu percakapan secara rinci, tapi orang dengan alzheimer akan melupakan apa yang baru saja terjadi atau apa yang baru diucapkannya. Hilangnya ingatan ini tidak konsisten. Orang dengan alzheimer mungkin saja lupa nama anjingnya satu hari dan mengingatnya kembali esok harinya.

2. Agitasi dan perubahan suasana hati

Orang dengan alzheimer akan tampak cemas dan gelisah, bisa saja ia bergerak terus menerus dan cepat, marah di tempat tertentu atau menjadi terpaku pada detail tertentu. Agitasi merupakan hasil dari rasa takut, bingung, kelelahan dan kewalahan untuk mencoba memahami dunia yang sudah tidak masuk akal menurutnya. Selain itu perubahan suasana hati yang cepat terjadi dan tidak beralasan bisa terjadi.

3. Gangguan dalam membuat keputusan dan menggunakan uang

Penderita alzheimer akan mulai membuat keputusan yang tampak konyol, tidak bertanggung jawab atau bahkan tidak pantas. Kondisi ini bisa terjadi pada penggunaan pakaian yang salah atau berperilaku seperti masa lalu. Selain itu akan mengalami kesulitan dalam pemikiran abstrak misalnya menggunakan uang, membayar tagihan atau mengelola anggaran.

4. Kesulitan melakukan tugas-tugas ringan dan berkomunikasi

Penderita akan menghabiskan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas ringan, yang mungkin dulu bisa dilakukannya berkali-kali. Terkadang penderita kesulitan untuk berkomunikasi, sehingga berhenti ditengah-tengah pembicaraan dan tidak tahu bagaimana melanjutkannya.

5. Sering lupa

Seringkali lupa dimana ia meletakkan barang seperti kunci mobil atau remote tv, dan secara rutin barang-barang ini ditemukan di tempat yang tidak biasa atau aneh. Selain itu juga mengalami disorientasi waktu dan tempat, seperti lupa tanggal atau bahkan tempat tinggalnya sendiri. Serta kadang lupa apakah dirinya sudah makan atau belum.

6. Sering mengulangi ucapan atau tindakannya

Sering terjadi pengulangan kata-kata, pernyataan, pertanyaan atau kegiatan merupakan ciri khas dari alzheimer. Terkadang perilaku ini dipicu oleh kecemasan, kebosanan atau takut pada lingkungan, sehingga berupaya untuk mendapatkan kenyamanan, keamanan atau keakraban.

7. Menarik diri

Alzheimer bisa menajdi penyakit kesepian dan mengisolasi yang dapat mengakibatkan kurangnya minat terhadap kegiatan di sekitar keluarga atau teman-temannya. Hal ini kemungkinan karena penderita merasa malu terhadap perubahan yang terjadi, sehingga cenderung menghindari situasi sosial. Kondisi ini memungkinkannya untuk kehilangan motivasi yang dapat mengarah pada depresi.

8. Tidak dapat mengenali anggota keluarga dan teman

Orang dengan alzheimer lambat laun hanya akan mengenali nama satu orang saja dan melupakan orang lain, bahkan dirinya sendiri. Nama yang diingat biasanya berhubungan dengan memori masa lalunya.

9. Kehilangan kemampuan motorik dan sentuhannya

Kondisi ini akan mempengaruhi keterampilan motorik halusnya dan gejala sensoriknya, sehingga mengganggu kemampuan seseorang seperti memakai baju, memencet tombol atau menggunakan sendok garpu dan sering mengalami mati rasa.

10. Tidak memperhatikan kebersihan dan perawatan tubuh

Seiring berjalannya penyakit tersebut, maka seseorang akan sering lupa menyikat gigi, mandi, ganti pakaian, menggunakan toilet atau bahkan mungkin tidak ingat mengapa seseorang perlu mandi.

11. Delusi dan paranoia

Pada beberapa orang mungkin akan mengalami kecurigaan yang tampak irasional, misalnya mengalami halusinasi untuk melihat, mendengar, mencium atau merasakan sesuatu yang tidak ada. Kecurigaan yang berlebihan ini bisa membuat seseorang menjadi agresif secara fisik atau verbal.

12. Bersifat kekanak-kanakan

Para ahli mengungkapkan ada kecenderungan orang dengan alzheimer akan menjadi ketergantungan pada individu tertentu dan akan terus menerus mengikuti orang tersebut seperti layaknya bayangan. Selain itu beberapa tingkah lakunya akan seperti anak-kecil yang tidak bisa sendiri atau minta selalu ditemani bahkan untuk ke kamar mandi.

Penyebab dan gejala Anemia yang harus diwaspadai


Penyebab anemia banyak yang tidak diketahui oleh banyak orang. Jarang sekali orang menyadari jika dirinya terkena anemia. Anemia banyak terjadi pada wanita. Hal itu dikarenakan setiap bulannya, wanita akan mengeluarkan darah kotor yang bisa menyebabkan kadar hemoglobin atau sel darah merah di dalam tubuhnya menjadi menurun.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa, jarang sekali ada orang yang mau mengecek kadar hb nya di paramedis. Yang sering mengecek kada hb di dalam tubuh adalah ibu hamil. Namun ibu hamil saat ditanya, apakah saat gadis sering melakukan tes hb maka jawabannya banyak yang tidak. Wanita rentan sekali terkena anemia. Jangan menganggap remeh anemia karena anemia bisa menyebabkan dampak yang serius bagi kesehatan.

Pengertian Anemia

Banyak yang sering mendengar kata anemia, namun tahukah anda apa itu penyakit anemia?. Penyakit anemia adalah penyakit kekurangan sel darah merah arau hemoglobin yang disebabkan oleh kurangnya kadar hb di dalam tubuh atau bisa juga dikarenakan rusaknya sel darah merah di dalam tubuh. Sel darah merah yang berfungsi sebagai pembawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh menjadi terganggu karena kurangnya jumlah sel darah merah tersebut.

Bahaya Anemia

Akibat dari kinerja sel darah merah yang terganggu itu, seseorang yang menderita anemia akan mengalami kekurangan oksigen di dalam tubuhnya. Padahal oksiegn tersebut bermanfaat untuk menghasilkan energi. Tidak mengherankan jika banyak gejala anemia yang menunjukkan cepat lelah, lesu, lemas, pucat ( karena sel darah merah kurang ), gelisah bahkan juga sesak nafas.

Penyebab Anemia

Selama ini penyebab anemia tidak diketahui banyak orang. Bahkan gejala anemia pun banyak yang tidak disadari oleh banyak orang.
Berikut ini berbagai macam penyebab anemia di dalam diri seseorang :

    1. Kurangnya Zat Besi

Kekurangan zat besi adalah penyebab utama seseorang terkena anemia. Anemia disebabkan oleh kurangnya sel darah merah di dalam tubuh.Zat besi adalah zat yang bisa memproduksi sel darah merah, oleh sebab itulah kekurangan zat besi bisa mengakibatkan produktivitas sel darah merah menjadi menurun. Banyak yang tidak tahu jika tubuhnya kekurangan zat besi, akibatnya dia akan mudah sekali terkena anemia.

    2. Tubuh Tidak Bisa Menyerap Zat Besi

Banyak orang menganggap jika dirinya tidak kekurangan zat besi dikarenakan dirinya selalu mengkonsumsi suplemen penambah darah dan juga mengkonsumsi berbagai macam makanan yang mengandung zat besi. Namun setelah dicek, ternyata kadar hb atau sel darah merahnya sangat rendah. Orang tersebut bingung, mengapa kadar hbnya masih rendah padahal asupan zat besi selalu dia penuhi.

Salah satu jawaban yang bisa menjawab pertanyaan tersebut adalah tubuh tidak bisa menyerap zat besi. Tubuh malah mengikat zat besi sehingga menyebabkan zat besi tidak dapat terserap di dalam tubuh. Oleh sebab itu mengkonsumsi zat besi tidak boleh bersamaan dengan makanan dan minuman yang mengikat zat besi. Berikut ini berbagai macam golongan makanan dan minuman yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan zat besi :
  • Polifenol. Golongan ini ada di berbagai macam sayuran, bumbu seperti bawang merah, cabai, paprika dan minuman seperti kopi dan juga teh. Saat anda mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi, sangat tidak dianjurkan setelahnya memakan makanan dan minuman dalam golongan tersebut. Berilah jeda selama satu jam setelah memakan makanan yang mengandung zat besi. Jeda tersebut berfungsi untuk membuat tubuh bisa menyerap zat besi secara sempurna.
  • Asam fitrat. Golongan ini ada pada gandum utuh, kacang-kacangan, nasi dan berbagai macam olahan kacang-kacangan. Mengkonsumsi sumber zat besi misalnya sayur bayam tidak boleh dicampurkan dengan bahan masakan dalam golongan tersebut.
  • Asam oksalat. Makanan dan minuman dalam golongan asam oksalat akan mudah sekali mengikat zat besi, akibatnya makanan dan minuman zat besi yang dikonsumsi justru akan diikat melalui makanan ini. Golongan asam oksalat ini adalah wortel, teh hitam, kopi, cokelat dan juga ubi manis.

    3. Pembentukan Sel Darah Merah Berkurang

Di dalam tubuh ada kalanya pembentukan sel darah merah berkurang sehingga jumlah eritrosit di dalam tubuh menjadi sedikit. Kondisi ini bisa terjadi pada seseorang yang mengalami anemia jenis aplastik.

    4. Umur Eritrosit Pendek

Umur eritrosit yang pendek dikarenakan adanya penghancuran sel darah merah yang berlebihan, penghancuran sel darah merah itu ada di dalam sumsum tulang belakang manusia. Jika sudah dihancurkan, eritrosit pun jumlahnya akan berkurang sehingga anemia akan muncul.

    5. Pendarahan

Pendarahan yang terjadi bisa menyebabkan seseorang bisa terkena anemia. Pendarahan itu sering menyerang wanita. Wanita yang memiliki hormon tidak normal bisa terkena pendarahan. Pendarahan itu bisa muncul saat wanita stress atau hormon estrogennya meningkat. Tidak hanya itu saja, pendarahan juga bisa terjadi saat seseorang mengalami kecelakaan. Kecelakaan yang mengeluarkan banyak darah bisa menyebabkan seseorang terkena anemia.

    6. Kelainan Antibodi

Salah satu hal yang bisa menyebabkan seseorang terkena anemia adalah kelainan antibodi. Atibodi yang seharusnya bisa melindungi sel darah merah justru akan menghancurkan sel darah merah di dalam tubuh. Akibat banyaknya sel darah merah yang dihancurkan oleh antibodi tersebut membuat orang itu akan mengalami anemia. Kelainan antibodi yang menyebabkan anemia ini kasusnya sebanyak 20 persen di Indonesia.

    7. Menstruasi

Wanita normal selama sebulan sekali akan mengalami dan kedatangan tamu setiap bulannya. Hal itu adalah hal wajar. Ada wanita yang pola menstruasinya teratur namun ada pula wanita yang memiliki pola menstruasi yang tidak teratur. Selain itu volume darah kotor yang dikeluarkan antara wanita satu dengan wanita yang lainnya pun berbeda. Hal-hal yang berkaitan dengan menstruasi adalah :
  • Ada wanita yang mengeluarkan banyak darah kotor namun ada pula yang hanya mengeluarkan darah kotor sedikit.
  • Darah kotor yang keluar setiap bulannya bisa menyebabkan seorang wanita mengalami penurunan zat besi, semakin banyak volume darah yang dikeluarkan, semakin banyak pula zat besi yang dikeluarkan.
  • Oleh sebab itu penting bagi wanita saat menstruasi memakan makanan yang kaya akan zat besi, tidak hanya itu saja suplemen zat besi pun juga diperlukan untuk mengganti zat besi yang hilang.
  • Saat menstruasi sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi kopi dan teh, hal itu dikarenakan kandungan kafein di dalam teh dan kopi tersebut bisa membuat penyerapan zat besi tidak bisa sempurna dikarenakan sifat kafein adalah mengikat zat besi.

    8. Melahirkan

Saat melahirkan seorang wanita akan kekurangan banyak darah di dalam tubuhnya. Wanita yang sehabis melahirkan akan mengalami anemia dikarenakan darahnya banyak berkurang untuk melahirkan. Oleh sebab itulah wanita yang sehabis melahirkan akan diberikan suplemen tambah darah untuk mengganti zat besi dan sel darah merah yang dikeluarkan saat melahirkan.

    9. Operasi

Tindakan medis berupa operasi bisa membuat seseorang terkena anemia. Saat seseorang melakukan operasi dia akan mengeluarkan banyak darah sehingga zat besi akan ikut keluar saat tindakan operasi tersebut.

    10. Mimisan

Anak yang mengalami gangguan sistem imun akan sering mengalami mimisan. Mimisan pada anak adalah hal wajar selama tidak disertai dengan pusing, kejang dan juga pingsan. Mimisan yang berkelanjutan bisa menyebabkan anemia pada anak.

   11.  Pecahnya Pembuluh Darah

Pembuluh darah yang pecah disebabkan oleh penyakit kronis seperti penyakit jantung dan juga stroke. Penyakit tersebut akan mengalami penyumbatan dan pengerasan pembuluh darah. Seseorang yang terkena penyakit stroke dan jantung tidak boleh jatuh atau terbentur sesuatu. Jika sampai terbentur sesuatu, pembuluh darah yang mengalami penyumbatan dan pengerasan bisa pecah. Tak heran penderita stroke dan jantung sehabis jatuh atau terbentur akan mengalami pendarahan. Saat terjadi pendarahan itulah pembuluh darah sudah pecah. Pecahnya pembuluh darah bisa menyebabkan kekurangan zat besi karena zat besi ikut keluar bersama darah yang keluar.

   12. Ambeien

Ambeien adalah salah satu penyakit yang bisa mengeluarkan darah saat digunakan untuk BAB. Darah yang dikeluarkan tersebut bisa menyebabkan penderita ambeien terkena anemia. Apalagi jika ambeien tersebut tidak segera diobati, pendarahan akan semakin banyak dan membuat terkena anemia.

    13. Kekurangan Nutrisi

Selain zat besi ada berbagai macam nutrisi yang bisa berguna untuk memproduksi sel darah merah di dalam tubuh. Orang yang tidak bisa mencukupi berbagai nutrisi tersebut bisa membuatnya terkena anemia. Berikut ini berbagai macam nutrisi yang harus dicukupi agar terhindar dari anemia :
  •     Vitamin B12. (baca : Makanan yang mengandung B12)
  •     Asam folat. (baca : Makanan yang mengandung asam folat tinggi)
  •     Vitamin C (baca : Makanan yang mengandung vitamin C).

    14. Penyakit Tertentu

Ada jenis penyakit tertentu yang bisa menyebabkan penghancuran atau kerusakan sel darah merah di dalamnya. Berikut ini berbagai macam penyakit yang bisa membuat kehancuran atau kerusakan sel darah merah di dalam tubuh :
  •     Pembesaran organ limpa.
  •     Penyakit sel sabit.
  •     Penyakit kelainan hb C.
  •     Penyakit kelainan hb S-C.
  •     Penyakit kelainan hb E.
  •     Talasemia.
  •     Sferositosis herediter.
  •     Elliptositosis herediter.
  •     Ulkus peptikum.

    15. Polip Di Saluran Pencernaan

Adanya luka di pencernaan bisa menyebabkan anemia, hal itu dikarenakan luka di pencernaan tersebut bisa membuat asupan zat besi tidak bisa terserap secara sempurna.

    16. Kelainan Sumsum Tulang Belakang

Di bagian tulang belakang seseorang terdapat sumsum, kelainan sumsum pada tulang belakang tersebut bisa membuat seseorang terkena anemia. Penyebabnya adalah sumsum tulang belakang tidak bisa memproduksi sel darah merah secara normal. Kelainan sumsum itu bisa terjadi pada anemia aplastik. Anemia aplastik disebabkan oleh hal-hal di bawah ini :
  1.     Terkena bahan kimia.
  2.     Antibiotik.
  3.     Virus.

   17. Kurangnya Protein Hewani

Protein hewani bisa membuat produksi sel darah merah menjadi meningkat. Protein juga bisa menyerap zat besi di dalam tubuh. Kekurangan protein bisa membuat seseorang terkena anemia karena rendahnya jumlah protein yang masuk di dalam tubuh.

    18. Diet Ketat

Wanita suka memperhatikan penampilan dan suka mengabaikan kesehatannya. Banyak wanita yang melakukan diet rendah protein dan tinggi serat. Diet itu bisa menyebabkan wanita mengalami anemia dikarenakan kurangnya jumlah protein yang masuk di dalam tubuh. Tidak hanya itu saja, ada jenis sayuran diet yang bisa menghambat penyerapan zat besi.

    19. Obat Tertentu

Mengkonsumsi obat tertentu juga bisa menyebabkan seseorang mudah terkena anemia. Berikut ini berbagai jenis obat yang bisa menghambat penyerapan zat besi dan juga mengurangi zat besi di dalam tubuh :
  • Obat maag. Obat maag dikenal dengan nama antasida. Antasida bisa menganggu penyerapan zat besi di dalam tubuh. Hal tiu diokarenakan obat maag bisa mengurang produksi asam lambung di dalam lambung. Agar makanan bisa diserap, kandungan zat besi yang dimakan oleh tubuh harus dipaparkan oleh asam lambung. Akibatnya zat besi pun tidak bisa terserap.
  • Ibuprofen dan aspirin. Kedua jenis pbat tersebut bisa membuat pendarahan dalam pencernaan. Kedua obat ini disebut dengan obat anti inflamasi non steroid. Efek obat ini adalah menimbulkan timbulnya luka di dalam lambung. Jika lambung terluka terus menerus, akan menyebabkan anemia.

    20. Donor Darah

Orang yang habis mendonorkan darahnya bisa membuat orang tersebut terkena anemia. Anemia itu dikarenakan sel darah merahnya telah didonorkan ,melalui transfusi. Oleh sebab itu orang yang habis mendoronorkan darahnya di PMI akan mendapatkan berbagai macam makanan dan minuman yang mengandung banyak zat besi.

    21. Infeksi

Ada jenis infeksi yang menyebabkan seseorang terkena anemia. Infeksi tersebut adalah infeksi cacing tambang. Cacing tambang ada di dalam usus manusia. Manusia banyak yang tidak sadar saat terkena infeksi ini, penyebabnya adalah gejala dari infeksi ini tidak bisa diketahui secaar pasti. Berikut ini penyebab infeksi cacing tambang bisa menyebabkan anemia :
  • Cacing tambang bisa menyerap sel darah merah dan juga mencerna sel darah merah yang didapatnya dari dinding usus halus.
  • Cacing tambang juga menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makannya. Jika nafsu makan menurun, nutrisi dan zat besi yang masuk ke dalam tubuh sedikit.
  • Kekurangan nutrisi dan zat besi bisa menyebabkan seseorang terkena anemia. Tidak hanya itu saja, berat badan pun bisa menurun drastis dan juga mudah terkena gejala-gejala anemia.

    22. Alkoholrisme

Suka mengkonsumsi alkohol adalah salah satu hal yang bisa menyebabkan seseorang terkena anemia. Hal itu dikarenakan alkohol bisa meracuni sumsum tulang belakang sehingga produksi sel darah merah akan menjadi berkurang atau terganggu.

    23. Penyakit Ginjal

Penyebab anemia yang lainnya adalah penyakit ginjal, orang yang terkena penyakit ginjal bisa menyebabkan terkena anemia. Alasannya adalah sebagai berikut ini :
  • Ginjal akan melepaskan hormon eritropoietin. Hormon ini bermanfaat dalam membantu sumsum tulang belakang untuk memproduksi sel darah merah.
  • Orang yang mengalami gagal ginjal pelepasan hormon eritropoietin menjadi berkurang.
  • Pelepasan hormon yang berkurang juga membuat produksi sel darah merah menjadi berkurang. Hal itu bisa menyebabkan seseorang terkena anemia.

   24. Pengobatan Kanker

Berbagai macam pengobatan yang dilakukan oleh survivor kanker bisa membuat survivor tersebut mengalami anemia. Hal itu dikarenakan pengobatan kanker dan obat kanker bisa merusak sel darah merah di dalam tubuh. Pengobatan kanker yang bisa menyebabkan survivornya terkena anemia adalah kemoterapi dan juga radiasi. Kemoterapi dan radiasi bisa membuat sel darah merah menjadi rusak karena obat kemoterapi dosis tinggi serta radiasi yang membuat tubuh survivor kanker mengalami paparan dengan sinar radiasi yang mengandung banyak bahan kimia di dalamnya.

    25. Bentuk Sel Darah Merah

Penderita anemia hemolitik mengalami bentuk sel darah merah yang mudah pecah. Karena sel darah merah yang mudah pecah, sel darah merah tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Oleh sebab itulah, sel darah merah yang mudah pecah dan tidak menjalankan fungsinya dengan baik bisa membuat seseorang terkena anemia hemolitik.

Gejala Anemia Yang Harus Diwaspadai

Gejala anemia bisa dirasakan oleh penderitanya. Kkita harus paham dengan tubuh kita sendiri, saat tubuh kita mengalami gejala-gejala yang tidak nyaman. Sebaiknya kita mencari tahu ada apa dengan tubuh kita ini. Berikut ini berbagai macam gejala dari penyakit anemia :
  1. Pucat. Penderita anemia akan memiliki wajah pucat. Tidak hanya itu saja, untuk mengetahui apakah seseorang terkena anemia atau tidak bisa dilihat dari kelopak matanya. Orang dengan penderita anemia akan memiliki kelopak mata bawah yang pucat. Biasanya warna kelopak mata bawah akan memiliki warna yang merah merekah. Warna merah itu dikarenakan sel darah merah yang cukup di dalam tubuh.
  2. Mudah Lelah. Mudah lelah adalah salah satu indikasi seseorang terkena anemia. Namun tidak hanya anemia saja yang ditandai dengan mudah lelahnya seseorang. Ada penyakit lain yang juga ditandai dengan mudah lelah. Misalnya saja diabetes. Orang yang anemia akan merasakn lesu, lemas dan mudah lelah meski tidak melakukan aktivitas fisik berat. Mudah lelah itu bia terjadi selama satu bulan berturut-turut atau bahkan lebih. Mudah lelah ini diakibatkan oleh kurangnya asupan oksigen di seluruh tubuh.
  3. Mual. Orang yang terkena anemia akan merasakan mual saat pagi hari, terutama saat bangun dari tempat tidurnya.
  4. Pusing. Orang yang menderita anemia akan mengeluhkan pusing pada bagian kepalanya. Pusing itu tidak hanya terjadi sekali, namun bisa juga berkali-kali. Dalam sehari pusing bisa terjadi sebanyak dua kali. Pusing itu diakibatkan oleh kurangnya oksigen di dalam otak dikarenakan jumlah sel darah merah yang tidak normal atau terlalu sedikit.
  5. Kuku Pucat. Menderita anemia juga bisa dilihat dari bagian ujung kukunya. Jika ujung kuku pucat, bisa dikatakan bahwa orang tersebut menderita anemia. Orang yang memiliki sel darah merah cukup, kukunya akan terlihat merah merekah.
  6. Telapak Tangan Pucat. Bagian lain yang menandakan jika terkena anemia adalah bagian telapak tangan. Telapak tangan penderita anemia akan berwarna pucat sedangkan orang yang memiliki sel darah merah cukup akan memiliki telapak tangan yang kemerah-merahan.
  7. Wajah Pucat. Orang yang anemia juga akan memiliki wajah yang pucat ditunjang dengan lesu dan lemasnya tubuh penderita anemia. Wajah yang pucat tidak hanya ditunjukkan dengan warna putih saja, namun bisa juga wajah yang berubah warna menjadi kekuning-kuningan.
  8. Kerontokan Rambut. Penderita anemia juga akan mengalami kerontokan rambut. Penyebabnya adalah rambut kurang sehat karena kulit kepala menjadi tidak sehat karena kekurangan nutrisi.
  9. Imun Menurun. Penderita anemia akan mudah terkena berbagai macam penyalit lainnya dikarenakan sistem imunnta menurun. Sistem imun yang menurun itu disebabkan oleh sedikitnya jumlah energi di dalam tubuh.
  10. Asma. Rendahnya kadar oksigen di dalam paru-paru bisa membuat penderita anemia terkena asma atau sering merasakan nafasnya terengah saat melakukan aktivitas ringan.
  11. Tidak Teraturnya Denyut Jantung Tanda seseorang terkena anemia adalah denyut jantung yang tidak teratur. Jantung yang kekurangan oksigen bisa membuat denyutnya meningkat tajam. Salah satu pemeriksaan anemia sebelum melakukan tes darah adalah mengukur denyut jantungnya. Jika denyut jantung cepat, besar kemungkinannya orang tersebut terkena anemia.
Akibat kurang darah atau yang lebih dikenal kekurangan sel darah merah seperti anemia memang dapat berdampak vital. Bahkan dapat berdampak pada kematian.



Sumber

Penyebab Penyakit Anemia dan Ciri-Cirinya

Anda sering merasa lemas, lesu, pusing atau lelah bahkan sampai detak jantung berdebar-debar? Hati-hati bisa jadi itu gejala penyakit anemia. Saat disibukkan dengan kegiatan yang menumpuk, terkadang kita lupa untuk menjaga tubuh kita. Asupan makanan yang kurang sehat dan tidak teratur, kebiasaan begadang dan kurang istirahat dapat menyebabkan tubuh menjadi kekurangan darah.

Pengertian dan Penyebab Anemia

Penyakit anemia didefinisikan sebagai penurunan kosentrasi hemoglobin dalam sirkulasi darah. Hemoglobin sendiri didalam darah berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawa oksigen dari paru-paru keseluruh jaringan tubuh. Hemoglobin juga membawa kembali karbondioksida dari seluruh sel paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh. Jika hemoglobin sel darah merah berkurang atau jumlahnya dibawah normal maka seseorang akan mengalami anemia dengan gejala-gejala seperti letih, lesuh, lelah, pusing dan lemah bahkan bisa sampai pingsan.

Hal ini disebabkan karena kurangnya oksigen yang dialirkan keseluruh tubuh karena kadar hemoglobin sebagai pengikat oksigen menurun. Dalam keadaan normal kadar hemoglobin pada wanita dewasa adalah 12 sampai 16. Sedangkan untuk laki-laki dewasa adalah 14 sampai 18 gram/100ml darah. Jumlah hemoglobin normal tergantung dari umur, jenis kelamin dan kondisi seseorang.

Ciri-Ciri dan Gejala Penyakit Anemia

Penyakit anemia atau kurang darah biasanya ditandai dengan gejala tubuh lemas, gampang lelah, lesuh dan juga biasanya disertai dengan pusing-pusing sampai jantung berdebar-debar. Penderita anemia biasanya akan terlihat pucat karena kadar hemoglobin dalam darahnya berkurang.

Cara mengecek jika anda mengalami kurang darah dapat dilihat pada bagian dalam kelopak mata bawah akan terlihat pucat. Penyakit anemia dibedakan menjadi beberapa macam tergantung dengan penyebabnya.
  1. Anemia defisiensi besi atau kekurangan zat besi yang disebabkan oleh kurang gizi atau malnutrisi. Anemia jenis terutama disebabkan karena kekurangan asupan zat besi atau kehilangan banyak darah seperti pendarahan pada saat haid atau setelah persalinan. Anemia defisiensi besi adalah yang paling umum terjadi atau sekitar 62% dari seluruh kasus anemia.
  2. Anemia megaloblastik yang jumlah kasusnya sekitar 29%. Anemia ini disebabkan oleh kekurangan asam folat dan kekurangan vitamin B12.
  3. Anemia hipoplastik yang disebabkan oleh penurunan fungsi sum-sum tulang untuk membentuk sel-sel darah merah baru. Anemia jenis ini jarang ditemui yaitu sekitar 8% saja dari keseluruhan kasus anemia.
  4. Anemia hemolitik, anemia jenis ini hampir jarang terjadi yang jumlahnya hanya 0.7% saja kasusnya. Anemia hemolitik disebabkan karena penghancuran atau pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya.

Anemia Bukan Darah Rendah

Masyarakat awam masih tidak menyadari apakah mereka terserang anemia atau tidak. Karena gejalanya yang hampir sama, kebanyakan orang masih belum bisa membedakan antara anemia atau kurang darah dengan hipotensi atau darah rendah.

Jadi kurang darah sebenarnya sangat berbeda dengan darah rendah. Kalau berbicara masalah hipotensi atau darah rendah adalah tekanan darahnya yang rendah dimana kemampuan otot jantungnya itu kurang untuk memompa jantung keseluruh tubuh sehingga menyebabkan kurangnya aliran darah ke jaringan yang diperdarahi. Kalau kita mengandaikan maka kurang darah ini adalah HB nya yang kurang, HB ini diumpamakan sebagai mobilnya dia akan membawa oksigen ke jaringan.

Tetapi kalau kurang darah, itu yang kurang adalah motornya atau mesinnya yang kurang sehingga tidak mampu memompa atau menjalankan mobil ini untuk sampai kepada tujuannya.

Anemia Pada Perempuan

Perempuan dikatakan lebih rentan terkena anemia karena perempuan setiap bulannya harus mengalami perdarahan rutin pada siklus menstruasi. Untuk ibu hamil kadar hemoglobin normal lebih rendah dari perempuan dewasa yang tidak hamil yaitu sekitar 10gram/100ml darah.

Anemia pada ibu hamil dapat mengakibatkan keguguran pada kandungannya dan gangguan pertumbuhan janin. Hal ini karena berkurangnya suplai oksigen untuk janin yang dikandungnya bahkan resiko kematian pada ibu hamil penderita anemia adalah sekitar 51%.


Sumber

Obatnya Herbal

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNFCgao0SPhKsfn1eWs__axmQqYbGMkgcKfHf6SxL1_ycgloDLNHyGiZG3zYOsoFAmYDi81e3v9hePM5BPepoNyfQ7-LyveKmY4WbACii8aLBjfBDhEUOOKHnIeV3BKbAC_m-tOg7cb9I/s1600/call-service.jpg} Obatherbal merupakan situs yang berisikan informasi seputar kesehatan dengan topik pembahasan tentang penyakit, pengobatan, tips kesehatan, dan lain sebagainya. {facebook#https://www.facebook.com/ObatnyaHerbal} {twitter#https://www.facebook.com/ObatnyaHerbal} {google#https://www.facebook.com/ObatnyaHerbal} {pinterest#https://www.facebook.com/ObatnyaHerbal} {youtube#https://www.facebook.com/ObatnyaHerbal} {instagram#https://www.facebook.com/ObatnyaHerbal}
Diberdayakan oleh Blogger.